Skandal Seks Politik di Malaysia Diekspos di Koran !





Kotornya Politik Malaysia, Kapan Berakhir?

Koran Utusan Malaysia hari ini menunjukkan betapa kotornya persaingan politik di Malaysia yang menjadikan seks sebagai senjata utamanya.

Malaysia menganut Islam sebagai agama resmi negara. Penerapan syariah Islam dikontrol oleh undang-undang dan pelaksanaannya diawasi oleh aparat negara. Islam adalah bagian tak terpisahkan dari budaya Melayu yang membentuk pondasi negara Malaysia.

Dengan demikian, segala sesuatu yang menyangkut "nilai-nilai Islam" menjadi hal sensitif di Malaysia. Para politikus Malaysia menyadari hal ini. Menjadikan isu moral (perilaku seks menyimpang, minuman keras, judi, dan lain sebagainya) terbukti menjadi senjata ampuh untuk membunuh karir politik pihak lawan.

Dato Seri Anwar Ibrahim, pemimpin oposisi Malaysia, sudah menjadi target serangan pembunuhan karakter sejak tahun 1998. Dan isunya itu-itu saja: seputar selangkangan. Di tahun 1998, Anwar dituduh melakukan sodomi terhadap Sukma Darmawan Sasmita Atmadja, saudara angkatnya. Kasus ini dikenal sebagai Sodomi Jilid I. Pengadilannya penuh kontroversi dan intik politik, karena melibatkan pertarungan antara Anwar dan mantan mentornya, Mahathir Mohamad. Anwar dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan dihukum 9 tahun penjara.

Di tahun 2008, Anwar kembali menjadi sasaran tuduhan sodomi, disebut sebagai Sodomi Jilid II, kali ini oleh mantan pembantu politiknya, Saiful Azlan Bukhari. Kasusnya berpanjangan sampai hari ini tidak selesai-selesai, entah kenapa.

Belum kelar kasus Sodomi Jilid II, Anwar kembali menjadi target pembunuhan karakter dengan munculnya video adegan ranjang antara orang yang mirip Anwar dengan seorang wanita berparas Cina. Video itu (yang cuplikannya sempat muncul di Youtube tadi malam), dibuka ke depan publik oleh tiga orang politikus-pebisnis yang memang merupakan musuh besar Anwar: Tan Sri Rahim Thamby Chik, Dato Eskay Shazry Abdullah, dan Dato Shuib Lazim.

Karpal Singh, seorang pengacara veteran dan juga rekan karib Anwar, menantang ketika politisi itu untuk berani menayangkan video seks itu di depan Parlemen Malaysia supaya kesemua anggota parlemen boleh membuat keputusan apakah benar Anwar Ibrahim yang ada di dalam video itu.

Mungkin Malaysia akan menjadi negara pertama di dunia yang menayangkan video porno dalam sidang resminya. Kita tunggu saja.

Pertarungan politik antara Anwar dan musuh-musuh politiknya dengan menjadikan seks sebagai senjata utama disiarkan secara terbuka di televisi nasional dan koran-koran utama Malaysia. Tanpa segan dan malu, istilah "sodomi", "seks luar tabii" (seks di luar kewajaran), bahkan tuduhan jaksa yang berisi detil-detil hubungan kelamin dipaparkan kepada seluruh rakyat Malaysia, baik orang dewasa, remaja, dan anak-anak.

Seorang ayah pernah menyuarakan kemarahannya sekaligus rasa jijiknya terhadap berita-berita politik yang berseliweran di media Malaysia. Gara-garanya si anak yang baru berusia 7 tahun dengan polos bertanya, "Ayah, sodomi itu apa sih?"

Kapankah kekotoran politik ini akan berakhir? Kapankah semua politikus berhenti menggunakan seks sebagai senjata pembunuhan karakter lawan politik? Apakah mereka tidak sadar bahwa banyak anak kecil yang memandangi layar televisi ketika istilah-istilah tidak senonoh itu berseliweran di layar kaca?

Sadarkah para politikus Malaysia itu bahwa mereka sudah berperan dalam "mendewasakan" anak-anak Malaysia dalam urusan ranjang? Kawan istri saya, seorang guru yang mengajar di sebuah sekolah rendah (sekolah dasar), pernah diancam oleh anak muridnya seperti ini, "Awas cikgu, kalau macam-macam nanti cikgu saya perkosa!" Tragis. sumber: kompasiana
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...