Wawancara Eksklusif Dengan Cut Tari Perihal Video Porno Ariel !

Wawancara Cut Tari kepada Tempointeraktif : Saya Tidak Percaya

Berita tentang Video Cut Tari dan Ariel Peterpan telah mendapat tanggapan dari pihak Cut Tari dan suaminya di kediamannya Jalan Pondok Kelapa XII/9, Jakarta Timur, setelah diwawancarai oleh Tempointeraktif.com malam ini.

Berikut petikan wawancara Cut Tari kepada Tempointeraktif.com :

Wartawan (W): Apa tanggapan anda tentang video mesum yang diduga dilakukan oleh Anda dan Ariel?

Cut Tari (CT): Saya hanya ingin bicara satu kali saja dan tidak diulang. Buat saya, suami saya, tidak percaya kalau itu saya. Ibu saya yang melahirkan saya juga tidak percaya. Keluarga saya pun tidak percaya kalau itu saya. Jadi buat saya itu sudah cukup.

W: Anda kecewa dengan berita yang belakangan memojokan Anda?
CT: Ya. Kalian pasti tahu apa yang saya alami, tetapi saya kembalikan kepada semuanya. Dan soal perasaan sih semua pasti punya perasaan. Tidak mungkin tidak punya.

W: Pakar telematika mengatakan bahwa perempuan dalam video itu adalah Anda. Apa komentar Anda?

CT: Tadi kan saya sudah bilang. Kalau suami saya tidak percaya, kalau itu saya.
Ibu saya yang melahirkan saya juga tidak percaya. Keluarga saya pun
juga tidak percaya kalau itu saya. Jadi buat saya itu sudah cukup.

W: Jadi apa tanggapan Anda dengan hasil analisa pakar telematika?
CT: Kalau saya, semua orang berhak punya pendapat. Dan saya tidak bisa
melarang karena itu hak mereka. Itu kan pemikiran orang.

W: Anda kenal dengan Ariel?
CT: Tidak mungkin saya tidak kenal dia. Saya selalu berkecimpung di
dunia entertainment. Saya sudah lama dan tidak mungkin saya tidak
kenal. Saya juga kenal dengan Adjie Massaid, saya juga kenal dengan
Adjie Pangestu, Uki, Reza, Lukman saya kenal.

W: Kapan pertama kali Anda mendengar soal video mesum ini?
CT: Pas kapan, yach? Pas lagi heboh saja, kapan.

W: Apakah Anda akan membuat laporan pencemaran nama baik?
Yusuf Brata (YB): Lihat saja nanti perkembangannya karena kan sudah ditangani sama pihak yang berwenang. Jadi buat apa kita harus mendahului mereka untuk mengambil sikap. Jadi kita tunggu saja kebenaran itu.

W: Terlepas benar atau tidak, bagaimana Anda melindungi istri?
YB: Buat saya yang penting, balik lagi kalau kita mau berusaha kita
serahkan sama Yang Maha Kuasa. Kita berdoa dan ada Yang Maha Kuasa,
yang menentukan segala-galanya. Dan itu benteng saya.

W: Apakah Anda sudah mendapat pangilan pemeriksaan dari polisi?
CT: Belum. Saya baru tiba dari luar kota dan langsung ke rumah sakit
karena anak saya sedang sakit. Jadi saya benar-benar jetleg.

W: Siap jika dipanggil?
YB: Kalau dipanggil masa kita tidak datang. Kita kan sebagai warga
Indonesia, jadi harus mengikuti peraturan yang ada.

W: Apa persiapan Anda jika nanti dipanggil?
CT: Saya tidak ada persiapan apa-apa. Terus terang, saya punya anak perempuan. Saya khawatir kalau jika masalah ini terus menerus selalu ada dan bergulir. Saya juga punya keponakan yang dibawah umur. Sangat banyak. Apalagi hal seperti ini membuat rasa keingin tahu mereka sangat kuat. Itu yang saya takuti. Khawatir ponakan saya jadi terpengaruh. Kami mencoba untuk lebih tabah lagi.

W: Apa perasaan Anda sekarang?
CT: Ini adalah resiko bekerja di dunia entertainment. Dan ini termasuk resiko dari suami saya punya istri kerja di dunia entertainment. Jadi semuanya, bagi saya, adalah resiko dari sebuah pekerjaan.

W: Mas Yusuf, Apa tanggapan Anda punya istri yang tidak jauh dari gosip?
YB: Jangan bilang saya jiwa besar. Saya cuma satu jiwa. Saya tidak bisa berbuat apa-apa, dan saya hanya berdoa, memohon, mencoba dan menarik pelajaran dari peristiwa yang ada.

W: Mbak Tari sudah melihat video tersebut?
CT: Saya sebenarnya malas melihat hal seperti itu. Jujur saya shock. Saya paling malas melihat seperti itu.

W: Perempuan dalam video itu mirip sekali dengan Anda?
CT: Kalau mau dibilang mirip atau tidak, saya sering dibilang mirip A,B,C,D. Bagi saya, sudah lah yang penting balik lagi ke awal, suami saya tidak percaya kalau itu saya, ibu saya yang melahirkan saya juga tidak percaya, keluarga saya pun juga tidak percaya kalau itu saya. Jadi buat saya itu sudah cukup.

W: Akan berhati-hati dalam mengenal orang?
CT: selama ini Saya selalu berhati-hati dalam melakukan sesuatu, tetap
saja dan ini adalah sebuah resiko

W: Anda akan mengambil tindakan tegas menanggapi perisitiwa ini?
CT: Saya tidak tahu harus seperti itu. Yang terpenting adalah orang yang ada dalam rumah ini. Percuma mengambil tindakan kalau di dalam rumah ini kacau balau. Saya sama suami selalu baik-baik saja kan kalian bisa melihatnya. Jadi harus bagaimana lagi saya bicara.

W: Tanggapan orang tua Anda bagaimana?
CT: Pasti kaget. Tapi setelah kami bicara panjang, mereka bisa mengerti. Apalagi suami saya sangat tahu siapa saya dan ibu saya.
YB: Kami menunggu proses. Jangan sampai mendahului pihak berwenang. Kalau kami banyak bicara tidak enak. Dan kalau dipanggil kan mau tidak mau kita harus datang.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...