3 Cewek Terkapar Minum Minuman Oplosan, 2 Tewas !


Diduga usai melakukan pesta minuman keras (miras) dicampur berbagai obat-obatan, mengakibatkan karyawati sebuah cafe, dua tewas dan satu kritis.

Informasi diperoleh berita2.com menyebutkan Ahad (23/5) sekitar pukul 21.00 lalu, mereka menggelar pesta minum-minuman di Cafe Maharani Jalan Raya Siman, masuk Desa Mrahu, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jatim.

Selang beberapa jam atau sekitar pukul 23.30, mendadak 3 karyawati Cafe Maharani ikut pesta yaitu Eka alias Yani (25) asal Dusun Sugihan, Desa Trenggolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, Candra Maya alias Reni (25) asal Desa Kwangsen, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun dan Muryanti (18) Dusun Gemamang, Desa Bringgolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, Jateng, mengeluh sakit.

Keterangan dari sejumlah saksi dikumpulkan, ketiga karyawati Cafe Maharani itu mengeluh sakit bagian dada, atas inisiatif pemilik cafe dilarikan ke rumah sakit berbeda. Eka alias Yani dan Muryanti ke RSI Siti Aisyiah, sedangkan Candra Maya alias Reni ke RSUD dr Harjono.

"Kami mengetahui kejadian itu dari laporan pihak rumah sakit, ada korban pesta miras tewas, Ahad (224/5) pukul 01.00 dinihari lalu, oleh pemilik cafe langsung dibawa pulang ke daerah asalnya, Laporan itu langsung ditindaklanjuti petugas, ternyata benar korban bernama Eka alias Yani," jelas Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Suhono.

Disusul, Candra Maya alias Reni tewas sekitar pukul 04.30, karena diketahui petugas, Sandy pemilik cafe tidak bisa berbuat untuk membawa pulang jenazah korban. "Kami tetap memerlukan jenazah korban untuk diotopsi, bagi jenazah terlanjur dibawa keluar rumah sakit, jika dianggap penting untuk penyelidikan makamnya bisa saja dibongkar," tandas AKP Suhono.

Menyinggung penyebab kematian ke-2 karyawati cafe itu, ia menyatakan diduga mencampur minuman bir dengan berbagai obat-obatan atau minuman lain, secara pasti penyebab kematian menunggu saja hasil otopsi. "Sebab, ciri-ciri korban tewas dan masih kritis, keluar cairan busa dari mulutnya, dugaan lain kejadian itu ditutupi oleh pemilik cafe, agar tidak tercium petugas maupun wartawan," ujarnya lagi.

Ia juga menyatakan masih mencari teman minuman para korban untuk dimintai keterangan, sekaligus menguak penyebab kematian. Beberapa nama sudah dikantungi hingga kini masih dalam pencarian, diharapkan mereka datang ke Mapolres Ponorogo daripada dicari-cari petugas.

Kesempatan terpisah, Sandy membantah berusaha menutup-nutupi kejadian itu, Eka meninggal disebabkan sejak sore mengeluh sakit pusing dan lainnya. "Di cafe, saya tida menyediakan beralkohol tinggi, hanya ada minuman bir hitam, bir putih dan minuman ringan lain," ujarnya disela-sela permintaan keterangan di Mapolres Ponorogo.

Soal kemungkinan mereka memakai miras lain ke dalam cafe maupun membawa obat-obatan tertentu, Sandy pun mengelak. "Saat itu, saya tidak tahu pasti. mas. Apakah mereka membawa minuman lain maupun obat-obatan saat minum-minuman itu ?," ujarnya dengan wajah tertunduk. Dilaporkan hingga berita ini diturunkan pukul 14.00, kondisi Muryanti masih kritis.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...