Pria Surabaya Berniat Jual Ginjal Karena Miskin !

Iksan dan Istrinya/Imam
Makan Nasi Aking Karena Tak Punya Uang

Karena sibuk mengurus perawatan dan menjaga istrinya, otomatis Iksan Dago (61) tak lagi bisa bekerja alias menganggur. Lalu darimana bapak 4 anak ini bisa mendapatkan uang untuk makan sehari-hari.

"Saya mengemis tetapi halus," kata Iksan kepada detiksurabaya.com di kos yang ditempatinya di Jalan Putat Gede Barat 3A, Selasa (25/5/2010).

Yang dimaksud mengemis oleh Iksan bukanlah meminta-minta sambil menengadahkan tangan, tetapi mengharapkan imbalan orang atas sesuatu yang telah dilakukannya. Pagi-pagi sekali, Iksan sudah berangkat ke pasar. Tujuannya jelas bukan untuk berjualan apalagi berbelanja. Tetapi di pasar itu Iksan mencari orang yang kira-kira bisa memanfaatkan jasanya.

Apabila melihat ada orang yang keberatan membawa barang belanjaan, Iksan menawarkan diri membawakannya. Apabila ada orang yang meminta menjaga barang belanjaannya sementara ia ingin ke kamar kecil, maka Iksan akan menjaga barang tersebut. Iksan tak pernah mengeluh apakah ia diberi imbalan atau tidak.

"Saya menerima apa saja, tak pernah protes," tutur Iksan.

Karena tak pernah membawa uang dalam jumlah banyak, bahkan pernah tak membawa uang sama sekali maka Iksan harus berhemat dalam kehidupan sehari-hari terutama untuk makan. Tiap hari, Iksan memang dibawakan 3 piring nasi setiap harinya oleh 3 anaknya yang sudah bekerja. Agar nasi itu awet dimakan anak terakhirnya yang masih tinggal dengannya, maka ia dan istrinya rela makan nasi aking setiap hari.

Kehidupan Iksan memang sungguh memprihatinkan. Kos berukuran 2x2,5 meter itu ditinggalinya bersama istri dan seorang anaknya, Aprilia Veronica (14). Segala
kegiatan dilakukan di dalam kos berdinding papan itu termasuk memasak dan tidur. Sementara 3 anaknya yang lain menempati rumah miliknya yang dulu pernah
ditinggalinya di Jalan Putat Gede Barat 3.

"Karena tak punya uang, kos ini saja nunggak 3 bulan," tandas Iksan yang mengatakan kos itu bertarif Rp 140 ribu per bulan.

Bagi yang ingin membantu, bisa mencantumkan kode 250 di jumlah nominal sumbangan saat melalukan transfer. Misal menyumbang Rp 100 ribu, maka yang harus ditransfer Rp 100.250. Bantuan pembaca untuk Iksan Dago:

Bank BCA Cab. Sidoarjo Sun City
A/C 6155006599
a/n Achmad Lutfi (iwd/wln)

Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...