Bentrok Ampera( Blowfish ) Bak Film The Last Samurai !


Rusuh lagi..Rusuh lagi...Kayaknya kagak bosen-bosen negara ini dilanda RUSUH!!!! Sekarang ada rusuh ampera, dipicu oleh Perkelahian antar dua kelompok suku yaitu Ambon dan Flores meledak di Blowfish, klub kongkow elite di Jakarta yang bertempat di Plaza City sekitar pukul 01.00 wib pada 4 April 2010 yang memakan korban M Soleh dan Yopi Inggratubun yang meninggal 2 minggu kemudian setelah dirawat di RS Medistra. Video paling bawah .

Benih-benih demdam ternyata masih menyelimuti pihak korban akibat bentrokan terdahulu. Hal ini dibuktikan pada saat sidang perdana tertanggal 22 September 2010 lalu, para terdakwa kasus Blowfish, Bernadus Melala dan Kanor Lolo diamuk dan dipukuli pengunjung sidang dari salah satu kelompok yang bertikai saat hendak dibawa keluar dari ruang tahanan pengadilan menuju ruang sidang. Polisi sempat beberapa kali melepaskan tembakan peringatan namun tetap tak mampu menghadang bentrok antar dua kubu tersebut.

Puncak dari benih rusuh tersebut terjadi saat sidang kedua pada tanggal 29 September 2010 sekitar pukul 13.00 yang berlokasi di Jl. Ampera Raya di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Karena lokasinya maka disebut bentrok ampera. Kericuhan sebagaimana dilansir oleh beberapa sumber bermula dari isu antara kelompok yang bertikai. Tersiar kabar akan terjadi penyerangan ke gedung pengadilan negeri oleh kelompok terdakwa yang sebelumnya diserang saat sidang dengan menumpang Kopaja jurusan Tanah Abang-Blok M guna melakukan aksi pembalasan dan antisipasi terhadap salah satu kelompok sebagai imbas dari kerusuhan sidang sebelumnya.

Mendengar isu itu tersebut sontak kelompok satunya bersiaga dan berusaha menghadang kelompok lawan mereka di sekitaran Jl Ampera sebelum sampai depan pengadilan. Badan bus Kopaja 608 yang diberitakan ditumpangi lawan mereka segera menjadi sasaran amuk massa. Kaca dan kursi bus kopaja hancur karena dipukul dengan kayu dan batu sedangkan yang lainnya terlihat menggoyang-goyangkan bus tersebut, kemudian ada teriakan propokatif dari sebagian lainnya agar membakar bus dengan memantik korek. Bus yang terparkir di depan Total Fresh tersebut terus menjadi bulan-bulanan massa.

Namun rencana pembakaran tersebut dibatalkan atas saran teman-temannya. Seperti perang zaman dulu dengan diselingi aksi cowboy mabok, tragedi ampera segera dimulai. Lempar batu, saling pukul, saling hajar, saling bantai dengan bersenjatakan parang dan pedang bak dalam Film " The Last Samurai " terjadi dengan sengit antara kedua kubu hingga membuat suasana saat itu sangat mencekam. korban ampera berjatuhan dari masing-masing pihak yang bertikai akibat dari lemparan batu, hajaran, pukulan dan tembakan.

Warga dan pengguna jalan yang menyaksikan maupun yang melintas dengan kendaraan terlihat ketakutan. Lalu-lintas yang sebelumnya sudah macet, tambah macet. Suara tembakan yang datang baik dari pihak aparat keamanan maupun dari pihak yang bertikai terdengar bersahut-sahutan, hingga semakin menambah kengerian suasana pada saat itu.

Setelah "berperang" kurang lebih selama satu jam, iring-iringan kendaraan bantuan baik polisi dari Polres Jakarta Pusat dengan pasukan anti huru-hara-nya maupun satu ambulans PMI Jakarta Selatan datang untuk mengamankan situasi. Korban kerusuhan mulai dievakuasi satu demi satu setelah sebelumnya sempat terabaikan karena tidak ada petugas medis.Sekira Pukul 14.50 Kabid humas Polda Boy Raffli Amar mendatangi lokasi. disusul kemudian oleh Kapolda Metro, Irjen Timor Pradopo. Boy melansir korban tewas akibat bentrok ampera tiga orang dan lebih dari sepuluh orang luka-luka.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...