Dilarang Bawa Kerbau, Mahasiswa Malah Bawa Babi !

Polisi menyesalkan demonstrasi mahasiswa yang mengikutsertakan seekor
babi dalam aksi Anti Korupsi, kemarin

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulselbar Irjen Pol Adang Rochjana
menyesalkan sikap mahasiswa atas diikutsertakannya binatang dalam
unjuk rasa kemarin. Menurutnya, membawa babi bisa disimbolkan
penghinaan terhadap pejabat negara.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Wakapolda (Brigjen Pol Wisjnu Amat
Sastro) untuk mengamankan binatang yang dibawa oleh demonstran,"
pungkasnya saat ditemui diselasela kunjungannya di Polres Pinrang,
kemarin. Dalam aksi kemarin, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam

Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (Germak) membawa seekor babi yang
ditempeli gambar Wakil Presiden Boediono.

Sebagaimana diketahui, seekor babi digiring oleh mahasiswa yang
tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (Germak) berunjuk rasa
di kantor DPRD Sulsel menuntut agar Wakil Presiden Boediono agar
mundur dari jabatannya karena bertanggung jawab terhadap bailout Rp6,7
triliun kepada Bank Century.

Mereka menggelar aksi di depan Gedung DPRD Provinsi Sulsel sekitar
pukul 11.00 Wita. Ikutnya babi yang badannya ditempeli foto Boediono
tersebut diibaratkan sebagai cerita babi ngepet yang suka mencuri uang
pada malam hari. Babi tersebut bahkan diangkat dan dikatakan simbol
Boediono di kantor DPRD Sulsel.

"Dan inilah yang terjadi di Indonesia, Boediono mentransfer uang
bailout Century pada malam hari sama dengan kerja babi ngepet pada
malam hari," ungkap Ashari, Koordinator Germak.

Babi yang dibeli seharga Rp500.000 tersebut diserahkan ke salah satu
anggota DPRD Sulsel dari Fraksi PDIP Sarce Bandaso. Tak hanya di
Jakarta, demonstrasi digelar di berbagai titik oleh mahasiswa di
Makassar, kemarin. Berbagai aksi dipertontonkan mahasiswa yang membuat
kemacetan parah di berbagai ruas jalan utama.

Rusuh

Sementara itu, aksi demonstrasi sejumlah elemen masyarakat dan
organisasi di depan Gedung DPR RI Jakarata, kemarin berakhir rusuh.
Lima demonstran diamankan dan seorang polisi terluka.

Aksi demonstrasi yang berbarengan dengan sidang paripurna penyerahan
kesimpulan dan rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Angket Bank Century
yang terjadi dalam beberapa gelombang. Demonstran gelombang pertama
datang dari pembela SBY yakni, Aliansi Rakyat untuk SBY (Arus). Mereka
datang sekitar pukul 10.00 WIB. Selanjutnya massa penentang kebijakan
bailout Century yang tergabung dalam Kelompok Pemuda
Antikorupsi (Kapak) melakukan aksi teaterikal.

Tiga orang memakai baju putih bergaris hitam khas tahanan dikerangkeng
dalam sel dan dijaga prajurit membawa senapan laras panjang. Kapak
juga membawa tiga buah tiang gantungan setinggi dua meter.Tiang
gantungan itu ditempatkan di atas sebuah truk.Tampak sejumlah
akademisi dan aktivis,seperti Effendy Gazali, Yudi Latif, dan Chalid
Muhammad.

Demo makin memanas tatkala ratusan orang dari Laskar Empati Pembela
Bangsa memasang tali di depan gerbang DPR dan mencoba merobohkan
pagar. Tali itu langsung digunting polisi yang sejak pagi telah
berjaga. Aksi polisi ini membuat massa marah dan membalasnya dengan
lemparan batu dan botol minuman bekas.

Setelah itu, demonstran yang terdiri dari Petisi 28, Gerakan Mahasiswa
Bersatu dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia bergerak. Di depan
DPR, mereka mengumpulkan spanduk lalu membakarnya. Massa pun kembali
melempari polisi. Kepala Polres Jakarta Pusat Kombes Hamidin langsung
memerintahkan agar aparat menyemprotkan water cannon.

Demonstran terlihat lari kocar-kacir dan beberapa orang terus
melakukan perlawanan. Aparat Pengendalian Massa yang dilengkapi tameng
langsung maju membuat barikade. Berhasil diusir, kelompok Mahasiswa
Cipayung plus bersama dengan Bendera datang. Mereka terus berorasi
sambil melakukan lemparan batu.

Selama aksi demonstrasi itu,Jalan Gatot Subroto ditutup. Kepala Bidang
Humas Polda Metro Jaya,Kombes Pol Boy Rafli mengatakan, pihaknya
menahan lima demonstran. [cha, berbagai
sumber/www.hidayatullah(dot)com]

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...