MacBook Air China Cuma Rp 2,6 Juta !

MacBook Air yang menjalankan Windows, tablet yang mirip dengan iPad
dan beberapa perangkat untuk menyaingi Apple ditampilkan pembuat
gadget China.

Teso, salah satu perusahaan pendesain dari selatan China Shenzen telah
menjual MacBook Air palsu lebih dari satu tahun dan sedang menyiapkan
penjualan untuk versi tablet, ujar salah satu petinggi perusahaan
berinisial Wu.

Tablet yang mirip iPhone ini menggunakan perangkat telepon Apple
sebagai contoh, layar belakang hitam dan satu tombol lingkaran di
bawah layar. Tetapi, perangkat ini menggunakan mikroprocessor Intel
Atom dengan ukuran layar 10 inci, hampir sama dengan ukuran iPad 9,7
inci.

"Jika kamu ingin menduplikat, maka tirulah yang paling mahal dan
paling populer," ujar Wu saat ditanya alasan mengapa terdapat
kemiripan antara perangkat produksi perusahaannya dengan produk Apple.

Industri China yang terkenal menduplikat produk elektronik seperti
ponsel sebagian besar ada di Shenzen. iPhone palsu dijual secara luas
di pasar elektronik China berdampingan dengan versi asli iPhone dan
handset lain, seperti ponsel dari HTC, yang dibeli di luar negeri
kemudian dibawa ke China.

Teso menjual lebih dari 5.000 laptop MacBook Air imitasi setiap
bulannya, dengan harga tiap unit 1.900 yuan (Rp2,6 juta). Ini sangat
jauh berbeda dengan harga MacBook Air yang mulai dari US$1.499 (Rp13,6
juta).

Meskipun begitu, kedua perangkat ini hanya memiliki persamaan pada
tampilan saja. Laptop Teso ini memiliki prosesor Intel Atom dan
menggunakan Windows XP, sistem operasi yang paling banyak digunakan di
China.

Perangkat putih ini menggunakan logo Apple di belakang layar. MacBook
Air juga tampil besar di monitor, single mouse juga digunakan mirip
dengan laptop asli Apple. "Saya tidak menjual ini di Amerika, ujar Wu.

Teso hanya menampilkan contoh dari perangkat yang mirip dengan iPad
ini di pameran tersebut. Sedangkan penjualannya sendiri baru dimulai
bulan ini atau bulan depan dengan harga 3000 yuan (Rp 3,9 juta).

Teso menghindari tampilan benar-benar mirip tablet karena tidak ingin
melanggar hak cipta dan hanya didasarkan pada kemiripan pada iPhone,
ujar Wu. "Tampilannya memang mirip dengan Apple, tapi ini hanya
ponsel," ujarnya lagi.

Teso juga menampilkan tablet dengan ukuran 10 yang menggunakan sistem
operasi Android. Pengembangan versi baru dari tablet ini, dengan
menggunakan chip berasistektur ARM dan akan dijual dalam 4 bulan ke
depan, dan menurut Wu dapat dijalankan seperti iPad. Perangkat ini
akan dijual sekitar 1200 yuan (Rp1,6 juta).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...