10 Pejabat Negara Umumkan Harta Kekayaannya

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berbicara di dampingi Ketua KPK
Sementara Tumpak Hatorangan Panggabean (kiri) dan Wapres Boediono
(kanan), sesaat sebelum mengumumkan harta kekayaannya di Kantor
Kepresidenan, Jakarta, Jumat (5/3).

Sepuluh pejabat negara anggota Kabinet Indonesia Bersatu II
mengumumkan laporan harta kekayaannya kepada publik di Kantor
Presiden, Jakarta, Jumat pagi.
Para pejabat negara tersebut didampingi Ketua sementara Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) Tumpak Hatorangan Panggabean dan sejumlah
pejabat KPK.

Kesepuluh pejabat negara itu mengumumkan harta kekayaannya secara
bergantian, setelah sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan
Wakil Presiden Boediono mengumumkan harta kekayaannya, sebagaimana
ketentuan yang diamanatkan UU nomor 28 tahun 1999.

Para pejabat negara itu adalah Menteri Koordinator bidang Politik,
Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto dengan total harta kekayaan
Rp17.217.559.614--Rp4 miliar di antaranya berupa ORI--dan 40.000 dolar
AS per 9 Desember 2009 atau naik dari harta kekayaannya pada 31
Desember 2005 senilai Rp5.899.551.791 dan 33.942 dolar AS.

Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi memiliki harta kekayaan
Rp3.569.977.555 dan 13.500 dolar AS per 24 Desember 2009 atau naik
dari total harta kekayaannya per 5 November 2004 sebesar Rp1.000.
175.000.

Menteri Pertanian Suswono mengumumkan harta kekayaannya per 15
November 2009 Rp1.953.601.214 dan 1.700 dolar AS naik dari harta
kekayaannya pada 15 Oktober 2008 sebesar 1.489.032.346 dan 4.500 dolar
AS.

Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar mengumumkan harta kekayaannya
berjumlah Rp5.969.601.840 dan 9.300 dolar AS per 22 Oktober 2009 naik
dari jumlah hartanya per 27 Oktober 2004 senilai Rp2.819.651.052 dan
4.000 dolar AS. Berbeda dengan beberapa rekannya sebelumnya yang tidak
memiliki utang, Patrialis mengaku bahwa ia memiliki utang sebesar
Rp501.098.600. "Mobilnya leasing semua," kata Patrialis sambil
tertawa.

Selanjutnya Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad yang
mengatakan bahwa harta kekayaannya per 30 November 2009 senilai
Rp119,8 miliar dan 235.652 dolar AS dengan surat berharga Rp76 miliar
dan utang 1,64 miliar.

Pada kesempatan itu Fadel menjelaskan bahwa total harta kekayaannya
menurun dibandingkan pada catatan per 3 Juli 2006 yang berjumlah
Rp121,4 miliar. Ia mengatakan bahwa hal itu terkait dengan penurunan
jumlah surat berharga karena dia banyak menjual perusahaannya.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengumumkan
bahwa harta kekayaannya berjumlah Rp6.963.669.810 naik lebih dari Rp5
miliar dibandingkan sembilan tahun lalu. Pada 1 April 2001, harta
kekayaan Muhaimin Iskandar tercatat Rp1.616.917.924.

Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan mengumumkan bahwa total
harta kekayaannya berjumlah Rp17.544.464.408 dan 1.800 dolar AS per 24
November 2009 naik sekitar Rp100 juta dari jumlah total per 25 Januari
2008 senilai Rp17. 386.757.385.

Berikutnya, Menteri Negara PDT Helmy Faisal Zaini mengatakan bahwa
harta kekayaannya per 18 November 2003 senilai Rp487 juta dan
meningkat menjadi Rp2.321. 990.094 pada 20 November 2009.

Selanjutnya, Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian
Pembangunan Kuntoro Mangkusubroto mengatakan bahwa total harta
kekayaannya per 20 November 2009 Rp10,4 miliar dan 196 ribu dolar AS
naik dari jumlah total pada 27 Oktober 2005 sebesar Rp 5,6 miliar dan
239 ribu dolar AS.

Dan yang terakhir adalah Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri yang
melaporkan bahwa harta kekayaannya per 7 Desember 2009 sebesar
Rp6.692.659.305 dan 8.000 dolar AS, naik dari jumlah total harta
kekayaannya pada Juli 2006 yang sebesar Rp465.000.680 dan 8.000 dolar
AS.

Antara news

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...