107 Turis Asing Tewas di Pantai Parangtritis

Sebanyak 107 wisatawan tewas akibat kecelakaan laut di Pantai
Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),
sejak 1991 hingga 2009.

"Kami mencatat dalam kurun waktu 18 tahun itu ada 339 kasus kecelakaan
laut yang mengakibatkan 107 wisatawan tewas, 38 di antaranya
jenazahnya ditemukan, dan 47 korban lainnya tidak ditemukan, serta 425
korban berhasil diselamatkan," kata Sekretaris Tim SAR Pantai
Parangtritis Taufiq M, Rabu (3/3).

Menurut dia, tingginya angka kecelakaan laut tersebut, seiring semakin
ramainya objek wisata pantai selatan ini setelah dilakukan penataan
oleh Pemkab Bantul, dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, kata dia, dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan,
meningkat pula jumlah wisatawan yang tidak menaati rambu-rambu pantai
yang telah dipasang tm SAR maupun Pemkab Bantul, seperti larangan
mandi di laut.

"Banyak wisatawan yang tidak mengindahkan larangan tersebut, padahal
mereka tidak mengetahui karakter Pantai Parangtritis. Akibatnya,
ketika mereka mandi di laut justru berada di perairan yang ada
palungnya, sehingga menyebabkan kecelakaan," katanya.

Taufiq mengatakan keterbatasan sarana maupun peralatan yang dimiliki
Tim SAR Pantai Parangtritis, juga menjadi salah satu faktor kurang
maksimalnya dalam memberikan pertolongan terhadap korban kecelakaan
laut.

"Kendaraan untuk patroli pantai saat ini tinggal dua unit yang bisa
digunakan, kemudian peralatan seperti pelampung, 50%-nya tidak dapat
digunakan lagi," katanya.

Selain itu, menurut dia, sarana pendukung seperti pengeras suara untuk
memperingatkan wisatawan agar tidak mandi di laut juga hanya mampu
menjangkau radius 300 meter dari posko SAR.

"Jika ada pengeras suara yang mampu menjangkau radius lebih luas lagi,
tentu akan memudahkan kami dalam mengimbau maupun memperingatkan
pengunjung agar tidak berada di perairan yang ada palungnya karena
berbahaya," katanya.

Sumber - Wartakota

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...