4 Wakil Indonesia dalam Daftar Orang Terkaya Dunia !

Dalam daftar orang terkaya tahun 2010 yang dirilis Forbes, terdapat
pula perwakilan Indonesia. Namun wakil Indonesia pada tahun 2010 ini
menyusut dibandingkan tahun 2009.

Satu nama, yakni Sukanto Tanoto keluar dari daftar orang terkaya dunia
di tahun 2010. Pada tahun 2009 lalu, Sukanto Tanoto menempati posisi
450 dengan kekayaan mencapai US$1,6 miliar.

Perwakilan Indonesia dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia versi
majalah Forbes adalah:

1. Michael Hartono, posisi 258 (70 tahun) US$3,5 Miliar
2. R. Budi Hartono, posisi 258 (69 Tahun) US$3,5 Miliar
3. Martua Sitorus, posisi 316 (50 tahun) US$3 Miliar
4. Peter Sondakh, posisi 437 (58 tahun) US$2,2 Miliar.

Michael Hartono dan Budi Hartono merupakan bersaudara pendiri
perusahaan rokok Djarum. Michael tercatat memiliki 49% saham di
Djarum, sementara 51% dikuasai Budi.

Grup Djarum kini juga menguasai mayoritas saham di BCA, bank dengan
nasabah terbesar di Indonesia. Keduanya juga menguasai Grand
Indonesia, sebuah pertokoan mewah di jantung kota Jakarta.

Sedangkan Martua Sitorus merupakan pemilik perusahaan sawit Wilmar
International. Martua membeli perkebunan sawit pertamanya pada tahun
1994. Setahun kemudian, ia mendirikan Wilmar International dengan
keponakannya, Robert Kuok yang juga masuk dalam jajaran orang terkaya
dunia.

Merger antara Wilmar dengan kebun sekaligus agribisnis Kuok
menghantarkan perusahaan tersebut sebagai salah satu yang terbesar di
Asia. Sebagai Chief Operationg Officer, Martua masih memiliki 10%
saham di perusahaan yang harga sahamnya telah melonjak hingga dua kali
lipat dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara Peter Sondakh yang merupakan pemilik konglomerasi Grup
Rajawali berhasil mencetak kekayaan US$2,2 miliar. Ia berhasil meraup
US$350 juta dari penjualan Bentoel kepada British American Tobacco
pada Juni tahun lalu.

Ia juga menjual sahamnya di Excelcomindo Pratama (XL Axiata) pada
tahun 2007 dengan hasl mencapai US$400 juta. Grup Rajawali saat ini
tercatat masih menguasai saham di Semen Gresik.

Kelompok usaha ini pada Januari lalu memberikan US$20,5 juta ke
Harvard untuk mendanai lembaga pendidikan baru di Asia dan program
baru di Indonesia.

Sumber - Detikfinance

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...