China , Tujuan Investasi Paling Menarik di Dunia !

China Menjadi Negara Tujuan Investasi Langsung Asing Paling Menarik di Dunia

Para CEO perusahaan-perusahaan global makin berhati-hati untuk
mengembangkan perusahaannya ke negara-negara tertentu. Seiring dengan
kondisi ekonomi yang masih riskan, pera CEO memiliki preferensi
tersendiri untuk negara-negara yang dirasa cocok untuk melakukan
ekspansi perusahaan.

Setelah melejit ke rekor tertinggi pada tahun 2007 lalu, penanaman
modal langsung di seluruh dunia mengalami penurunan sebesar 14% pada
tahun 2008 lalu, dan di tahun 2009 mengalami penurunan sebesar 39%,
demikian menurut data dari UNCTAD. Meskipun UNCTAD memperkirakan bahwa
penenaman modal langsung global akan mulai mengalami kenaikan pada
tahun ini, akan tetapi tampaknya perusahaan akan beralih ke
negara-negara tertentu yang dirasa aman dan paling diminati. (08/03)

Bagi para CEO, negara yang dirasa paling aman untuk ekspansi
perusahaan adalah China. Penanaman modal langsung asing di China
tercatat melampaui negara-negara lain di dunia sejak tahun 2002 lalu.
Seiring dengan pertumbuhan dan transformasi di China, para investor
asing membanjiri negara yang menjanjikan pasar yang luar biasa besar
ini. Kenaikan permintaan domestic yang massif selama beberapa tahun
belakangan ditambah dengan produktifitas tenaga kerja yang diakui
seluruh dunia telah menjadikan China surge bagi para investor asing.
Akan tetapi saat ini kenaikan tingkat upah telah menjadi salah satu
masalah di negara ini. Tercatat bahwa tingkat penanaman modal langsung
asing di China pada tahun 2008 lalu mencapai angka 108.3 miliar dolar.

Meskipun dianggap sebagai sumber dari krisis keuangan yang terjadi
sejak tahun 2007, akan tetapi nyatanya Amerika Serikat belum
kehilangan daya tarinya sebagai salah satu negara dengan investasi
langsung asing terbesar di dunia. Hanya berada di bawah China, negara
dengan ekonomi terbesar di dunia ini masih menempati posisi elit di
mata para CEO global. Pada tahun 2008 lalu AS telah menarik investasi
langsung asing sebesar 316.1 miliar dolar. Dengan kondisi bisnis yang
ramah, terutama pada industri jasa keuangan, investasi langsung asing
banyak yang terserap ke AS. industry lain yang terbukti menarik di
negara ini adalah farmasi dan indsutri berbasis energi "hijau".

Pada tahun 2007 lalu India berada pada posisi kedua negara yang paling
ideal untuk investasi langsung asing. Akan tetapi seiring dengan makin
gagahnya AS, saat ini negara ini tergusur ke tempat ketiga. Meskipun
turun peringkat, India masih dianggap sebagai salah satu negara paling
menyenangkan bagi para investor asing untuk menanamkan modalnya.
Industri-industri yang menarik di India antara lain sektor jasa
keuangan dan non-keuangan serta industri berat dan ringan. Meskipun di
negara ini jumlah kesempatan bisnis sanagt besar, akan tetapi
perusahaan yang memutuskan untuk berekspansi ke India harus memiliki
kemampuan untuk beradaptasi dengan kondisi iklim bisnis yang lumayan
sulit di negara ini.

Naik dari posisi ke enam ke posisi empat adalah negara asal pesepak
bola Ronaldinho. Brazil menjadi negarayang makin menarik di mata para
investor asing untuk menanamkan uangnya secara langsung. Meskipun
investasi langsung asing mengalami penurunan di tahun 2009 lalu,
outlook investasi langsung di negara ini masih berada di area tiga
besar dunia, hanya berada di bawah China dan India. Rebound ekonomi
yang kuat dan pertumbuhan kelas menengah yang cukup massif di Brasil
telah membuat negara ini menjadi tujuan investasi langsung yang
menarik. Lebih jauh lagi, Brazil telah berhasil membuktikan diri
sebagai negara "nearshoring" yang idela bagi perusahaan-perusahaan di
AS dan Eropa, dengan tingkat produktifitas pekerja yang nyaris
menyamai China.

Jerman juga ternyata berhasil masuk sebagai negara yang paling menarik
sebagai tujuan investasi langsung asing. Negara dengan ekonomi
terbesar di Eropa ini berhasil menarik investasi langsung asing
sebesar 24.9 miliar dolar pada tahun 2008 lalu. Jerman adalah negara
tujuan yang menarik bagi investasi di bidang keuangan dan
non-keuangan. Mayoritas investor di Jerman berasal dari AS, Inggrisn,
dan Jepang.

(Ika Akbarwati/IA/vbn)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...