Bastiawan Mengaku Sering Makan Genting Rumah !

Bastiawan dan bapaknyaBila beberapa waktu lalu seorang balita asal
Tuban Valdo Ivander Achzar (5 bulan) pulang paksa dari rumah sakit
jamkesda karena memiliki kelainan mirip Bilqis yakni atresia bilier
dan tanpa empedu, kini seorang anak bernama Bastiawan (12) mengalami
hal serupa.

Siswa SDN Cempokorejo kelas V ini diketahui penyakitnya sejak usia 7
bulan. Saat itu kedua orangtuanya, Edi Priyanto (43) dan Ny Riniyati
(37) asal Dusun Randu Geneng, Desa Cempoko Rejo, Kecamatan Palang,
membawanya ke RSUD Dr Koesma Tuban. Karena tak kunjung sembuh akhirnya
dirujuk ke RSU Dr Soetomo Surabaya.

Di rumah sakit inilah, diketahui jika Bastiawan mengalami penyakit
langka. Namun karena tak memiliki biaya, mereka pun membawa anaknya
pulang. Edi yang hanya seorang nelayan pun hanya bisa pasrah, meski
utang sudah menumpuk di mana-mana.

"Saya sudah tidak memiliki apa-apa yang bisa dijual untuk membiayai
berobat anak saya," kata Edi Priyanto, saat ditemui detiksurabaya.com
di rumahnya di Desa Cempoko Rejo, Kecamatan Palang, Tuban, Senin
(1/3/2010).

Ibu kandung Bastiawan pun memilih menjadi TKW di Malaysia agar bisa
membayar utang sejak 3 tahun lalu. Sedangkan bapaknya menjaga ketiga
anaknya dan terus menjadi nelayan. Sementara selama ini bila Bastiawan
mengeluh sakit, yang dilakukan bapaknya mencoba meringankan sakitnya
dengan cara memijit badannya.

Jika kondisi Bastiawan tak kambuh, ungkap Edi, dirinya tak
mempermasalahkan. Namun, jika sudah kambuh rasa sakitnya anaknya
menangis tak karuan. Saking sakit dan berusaha mengalihkan rasa
sakitnya, Bastiawan menggigit apa saja yang ada di dekatnya. Seperti
mengunyah genteng atau runtuhan tembok.

"Dan rasa sakitnya itu biasanya itu berlangsung hingga 1 jam," tambah Edi.

Tragisnya lagi, meski memiliki anak yang butuh pengobatan, keluarga
Edi termasuk apes. Mulai program Jamkesmas, SKTM (surat keterangan
tidak mampu) yang bisa dipakai berobat gratis di puskesmas dan RSUD
Tuban, mereka tidak memiliki.

"Sejak dulu juga tidak didaftar pak, wong dana BLT (Bantuan Langsung
Tunai) dan Raskin (Beras Untuk Warga Miskin) keluarga saya juga tidak
pernah menerima. Katanya tidak terdaftar," jelasnya.

Selama ini untuk biaya berobat anaknya, dirinya mengandalkan kiriman
istrinya Ny Riniyati yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di
Malaysia. Sementara untuk makan sehari-hari mengandalkan dari melaut
sebagai nelayan kecil.

Sementara Bastiawan yang ditemui mengaku jika penyakitnya kambuh,
dirinya merasa tidak kuat menahan rasa sakit. "Kalau sudah kumat
rasanya sakit sekali," jelas Bastiawan malu-malu. [detik]

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...