Century dan Masa Depan Parpol !

Penantian panjang seputar hasil Pansus Hak Angket Century akhirnya
berakhir juga, walau cenderung antiklimaks. Pendapat akhir yang
disampaikan sejumlah fraksi beberapa hari lalu, bisa disebut
mengecewakan.
Yang paling mengecewakan sudah barang tentu pendapat akhir Fraksi PAN,
yang sama sekali tak menyinggung sedikit pun peran Boediono dan Sri
Mulyani Indrawati, sehingga dedengkot PAN Amien Rais, disebut-sebut
merasa sangat kecewa dengan kesimpulan FPAN.
Namun kekecewaan Amien ini pun sejatinya tidak beralasan. Mestinya
sejak awal Amien sadar, bahwa mendukung Hatta Radjasa sebagai Ketua
Umum PAN, konsekuensinya akan membawa PAN sebagai partai yang tidak
akan mungkin bersikap frontal terhadap SBY.
Sebab, siapa pun tahu, Hatta Radjasa merupakan salah satu sosok
anggota kabinet yang paling dekat dengan Presiden SBY. Karenanya,
patut dipertanyakan juga, apakah Amien benar-benar kecewa atau tengah
menyesali pilihan sikapnya mendukung Hatta pada Kongres PAN kemarin.
Selain pandangan akhir PAN yang mengecawakan, pandangan akhir Gerindra
juga kurang memikat, karena tidak berani menyebut nama siapa saja yang
bertanggung jawab dalam kasus Bank Century itu.
Kalau Fraksi PKB memilih sikap yang hampir relatif sama dengan Fraksi
Demokrat, hal itu memang sudah bisa ditebak sejak awal. PKB, dalam
berbagai momen penting, memang kerapkali menampilkan sikap safety,
sehingga acap mengecewakan konstituennya. PKB, utamanya selama berada
di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar, nyaris kurang terdengar
gregetnya melakukan kritisi terhadap pemerintah. PKB, kelihatannya
lebih mengutamakan kepentingan elite-nya.
Dalam perspektif suara rakyat, bintang utama dalam panggung
penyampaian pandangan akhir itu, adalah Fraksi Hanura alias Akbar
Faisal. Menyusul Fraksi Golkar, PDI Perjuangan dan PKS. Sebab, hanya
keempat fraksi ini berani bicara terang benderang menyebut nama-nama
yang patut diduga harus bertanggung jawab dalam merger dan bail-out
Bank Century itu.
Jika saja pada minggu-minggu ini digelar Pemilu, kita meyakini
dukungan suara kepada empat partai di atas (Hanura, Golkar, PDIP, dan
PKS) akan meraih suara signifikan mengalahkan partai-partai yang
cenderung kurang 'keras' itu, semisal Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan
Demokrat.
Diakui atau tidak, kesimpulan fraksi-fraksi itu dalam menyikapi kasus
Bank Century tersebut, akan mengandung implikasi (positif dan negatif)
terhadap masa depan 9 parpol yang berkiprah di senayan sekarang.
Kita haqqul yakin, rakyat akan menjadikan hal itu sebagai salah satu
indikator dan tolok ukur, untuk melakukan penilaian, mana parpol yang
benar-benar menyuarakan kebenaran dan mana pula parpol yang sekadar
mengikuti kehendak sesaat (mempertahankan kekuasaan dan kepentingan
para elite-nya).
Parpol yang menafikan apirasi rakyat itu hampir dapat dipastikan telah
kehilangan momentum, selanjutnya akan sulit meraih simpati rakyat di
masa mendatang…!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...