Didorong Mahluk Halus Besar dan Hitam, Angkot Carteran Terbalik !

BAK film action, angkot KPUM lin 65 kemarin (28/2) siang melayang di udara. Sayang, pendaratan mobil carteran itu tak semulus catnya. Akibatnya, 18 penumpang yang masih memiliki hubungan darah menderita luka berat dan ringan.

Dari 18 penumpang, 6 diantaranya bocah dan seorang ibu hamil. Rencananya, siang itu mereka akan bertamasya ke pemandian Sibiru Biru. Namun, belum sampai ke tempat tujuan, tepatnya di Jl. Jermal VI, angkot yang mereka tumpangi menghantam pagar pembantas dan jatuh ke jalan. Rinaldi, salah seorang korban, mengaku mereka berangkat dari Jl. Pertiwi, Kel. Bantan, Medan Tembung. Agar cepat sampai tujuan, sang supir masuk jalan tol Bandar Selamat.

"Baru sekilo setengah perjalanan, mobil itu oleng ke kiri dan ke kanan. Habis itu nabrak pagar pembatas dan beram, kami pun akhirnya terbalik dari atas tol," ungkap Rinaldi yang mengalami luka di wajah dan telinga. Para korban selanjutnya dibawa ke RS Rahmat Setia di Jalan Jermal dan sebagian dilarikan ke RS Harapan Mama di Jalan Denai Medan. Sedangkan 3 penumpang yang mengalami luka serius dievakuasi ke RSU dr. Pirngadi Medan. Mereka adalah Roni yang mengalami bocor di kepala, Fadly mengalami patah tangan, dan Lia yang tengah hamil dan sempat tertimpa mobil.

Rinaldi memperkirakan, supir angkot tersebut belum lihai membawa mobil. Karena menurutnya, sebelum kejadian apes itu terjadi, mobil angkot itu hampir menabrak sepedamotor. "Saya sudah bilang ke dia (supir), kalau gak pintar biar saya saja yang bawa," aku Rinaldi. Lebih lanjut pria ini mengatakan, yang mencarter mobil angkot itu adalah adiknya. Menurut adiknya, biasanya yang membawa mobil itu supir yang lain. Tapi karena sakit, supirnya diganti dengan supir cadangan.

Sementara, Lia yang tengah mengandung 7 bulan mengalami luka memar pada wajahnya. Untuk memastikan kondisi janinnya, pihak rumahsakit melakukan pemeriksaan USG. "Untungnya bayinya gak papa. Sudah di USG tadi, cuma dia sesak napas," tutur Yati (59), ibu Lia. Menurutnya, Lia tengah mengandung anak kedua. "Suaminya di RS Rahmat Setia, sempat pingsan juga tadi," imbuh Yati. "Biasanya mereka gak pernah pergi sama. Karena libur panjang makanya berangkat," ucap seorang wanita berjilbab bertubuh tambun yang juga penumpang angkot apes itu.

Delapan belas penumpang angkot itu : Lilik (38) dan istrinya Rika Syahputri (36) yang membawa dua anaknya, Anggi (15) dan Dini (9), warga Pantai Labu, Silawati (30) dan suaminya Roni (34) warga Kampung Kolam, Rinaldi (32) beserta istrinya Elvina (28), warga Jalan Letda Sujono, Ahmad Fitra (30) dan istrinya Isna (26) berikut tiga anaknya yakni, Putri (10), Aldi (9), dan Billa (5), warga Jalan Pertiwi, Rudi (23) dan istrinya Lia (21) yang tengah mengandung 7 bulan, juga dengan anaknya Tyo (4), warga Jalan Pertiwi, Fadli Dharma (18) dan Eka (5).

Didorong Mahluk Halus

Siapa sangka, ternyata kejadian naas itu menyimpan sisi gaib. Fitra (30), satu dari 18 penumpang yang kebetulan duduk di samping supir mengaku melihat sesosok makhluk halus besar dengan wujud hitam, mendorong angkot mereka beberapa detik sebelum terperosok. "Aku duduk tepat di samping supir. Di depan kami ada tiga orang, aku duduk di tengah, dan di kiri kanan supir," ungkap warga Jalan Pertiwi Medan Tembung itu membuka bicara pada POSMETRO MEDAN saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Ramhat Setia Jalan Panglima Denai Medan.

Lebih lanjut ayah tiga anak itu menyebutkan, beberapa detik sebelum angkot ke luar jalur tol dan terbalik, perasaan pria yang kesehariannya menjual tahu keliling itu tiba-tiba tak tenang. "Entah kenapa aku rasanya mau melihat ke belakang saja. Seingatku ada dua kali lah aku menoreh ke belakang. Penglihatan pertama, kulihat saudara-saudaraku ada yang tidur dan ada juga yang ngobrol. Penglihatan kedua, disitulah aku langsung terkejut. Aku melihat ada

sesosok makhluk bertubuh besar berwujud hitam mendorong angkot kami dengan cengkraman tangan besarnya. Dari situlah tiba-tiba angkot oleng dan tak bisa dikendalikan supir," beber pria bertubuh tinggi berambut tipis yang mengaku istri dan ketiga anaknya selamat dari insiden itu.

Lebih lanjut dikatakan anak ke empat dari tujuh bersaudara yang hanya mengalami luka lecet di kedua tangannya itu, ia juga sempat merasa ada keganjilan karena angkot mereka terbang ke kiri melewati pembatas jalan yang tinggi. "Padahal kami pelan. Sebelum kejadian aku pun sempat melihat spidometer, kecepatannya kulihat hanya 40. Tapi mengapa pembatas jalan bisa dilompati angkot dan akhirnya terbalik. Dari peristiwa ini, aku dan keluarga yakin kalau ada kekuatan gaib yang mendorong angkot kami," imbuhnya dengan meyakinkan sembari memegangi selang infus yang dipakainya.

Hal senada pun diungkap Rudi (27), adik Fitra. "Kalau tidak makhluk halus yang mendorong tidak mungkin bang. Karena terasa kali dari dalam angkot, kalau kami dicampakkan. Angkot kami pelan kali padahal, nggak yakinlah kita bakal terjadi kecelakaan," ujar pria yang seprofesi dengan abangnya itu. Tak hanya dia, Lia (25) istrinya yang sedang mengandung 7 bulan pun menjadi korban dalam tragedi itu. "Saat angkot terbalik, kami sudah tak sadar lagi. Ada yang terjepit, ada pula yang tercampak. Yang aku tahu, tiba-tiba kami sudah dibawa ke rumah sakit ini (RS Rahmat Setia-red), informasi dari perawat sebagiannya lagi dibawa ke RS Pirngadi karena mengalami luka yang lebih serius. Jujur saat ini aku tak tahu kondisi istriku," bilang pria yang juga diinfus karena terkena gorensa kaca di kedua tangannya itu.

Pernyataan kedua adik beradik itu pun dikuatkan Erna(27), kakak ipar mereka. "Wah! Entah lah dek, aku masih trauma sampai sekarang. Yang jelas, sangat terasa kali di dalam angkot kalau kami macam dilemparkan," ujar wanita yang bibirnya pecah karena benturan benda keras dengan 4 jahitan itu.

Istri dari Rinal (33) yang juga menjadi korban dalam insiden itu mengaku, kalau refreshing bersama keluarganya itu sudah tidak pernah mereka lakukan sejak 10 tahun belakangan. "Awalnya kami mau jalan-jalan bersama karena mendapat cerita dari Fitra. Dua minggu lalu dia sudah pergi ke Sebiru-biru. Karena kami melihat foto-fotonya yang bagus, kami pun tergiur untuk pergi ke sana. Singkat cerita, setelah membuat kesepakatan, maka hari ini (Minggu-red) lah jadinya kami berangkat dengan mecarter angkot senilai Rp 240 ribu," pungkasnya.(Syahrul,widya,jafar.fachril)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...