Fuel Pump Rusak Massal di Indonesia ( Big Alert ! )


Wajar, Kerusakan Fuel Pump Dicurigai Akibat Permainan Pertamina

Kerusakan pompa bahan bakar (fuel pump) yang marak terjadi baru-baru ini pada mobil-mobil yang menggunakan premium sebagai bahan bakar, mengundang tanda tanya.

Pengamat energi Pri Agung Rakhmanto mengatakan, kalau memang sejak dulu spesifikasi premium yang dikeluarkan Pertamina tetap, maka kerusakan pomba bahan bakar juga harusnya terjadi sejak dulu. Tapi, peristiwa ini terjadi saat pemerintah berencana membatasi penggunaan BBM bersubsidi.

"Saya tidak tahu spesifikasinya tepat atau tidak. Tapi jangan sampai hal ini terkait dengan pengurangan BBM bersubsidi," kata Pri Agung kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis (22/7).

Dia menegaskan, mesti pemerintah bermaksud mengurangi penggunaan BBM bersubsidi pada masyarakat, namun Pertamina tidak boleh sengaja menurunkan kualitas preminum agar masyarakat beralih ke pertamax.

"Secara moral, jangan seperti ini lah," imbuhnya.

Pri Agung melanjutkan, kalau benar mobil-mobil keluaran baru tidak cocok menggunakan premium, semestinya sejak awal juga disampaikan ke para pemiliknya sehingga mereka bisa menggunakan bahan bakar yang tepat sejak awal.

"Misalnya yang akan dibatasi itu mobil keluaran 2005 ke atas, maka seharusnya sejak 2005 sudah dibilangin. Bukan sekarang," tukasnya.

Karena itu, Pri Agung meminta Pertamina terbuka saja dalam hal ini. Agar masyarakat tidak curiga dan berburuk sangka menghadapi kerusakan kendaraannya.

"Kalau tidak mau dicurigai, segeralah bentuk tim independen, misalnya dari perguruan tinggi untuk meneletii spesifikasi premium yang ada, agar semuanya jelas. Kemudian, Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) juga harus proaktif terhadap isu ini. Sebab, ini adalah kewenangannya," tandasnya.

Pertamina: Silahkan Cek Penyebab Fuel Pump Rusak
Jakarta - PT Pertamina mengizinkan ATMP dan para ahli untuk melakukan cek laboratorium sendiri mencari penyebab rusaknya fuel pump benar karena premium.

"Kita sedang koordinasi dengan pihak terkait, dengan konsumen pemakai BBM (ATPM, pemilik mobil) untuk melakukan uji petik, uji ke laboratorium apakah benar kerusakan fuel pump (pemompa BBM) rusak karena premium," terang Corporate Secretary Pertamina, Toharso di Jakarta, Kamis (22/7).

Pertamina mempersilahkan pihak lain yang ingin mencoba bahan bakar yang dipakai untuk kendaraannya. Jadi dilakukan secara independen sehingga diketahui penyebabnya.

Menurut Toharso, kalau nanti ditemukan penyebab kerusakan karena premium, maka Pertamina terbuka. Pemilik kendaraan harus mencoba mengecek sendiri, tempat membeli premium sehingga akan jelas SPBU yang bermasalah.

Kedua, dicek yang menjadi masalah hanya kendaraan dengan merek dan tipe tertentu saja yang bermasalah. Kalau demikian, Pertamina mempersilahkan untuk dilakukan pengecekan.

Sementara terkait ada pemberitaan kalau Pertamina/Pemerintah sengaja mencampurkan premium sehingga pemilik kendaraan membeli pertamax, Toharso menerangkan tidak benar pemerintah/pertamina yang sengaja, karena mendorong untuk beli BBM non subsidi. "Tidak sedikit pun niat Pertamina atau pemerintah melakukan hal tersebut," terangnya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...