Pemotongan Nilai Rupiah Jadi Dilakukan ( Hot ! )


Bank Indonesia kali ini benar-benar bersiap untuk melakukan pemotongan nilai rupiah atau redenominasi. Hal ini sempat menguak trauma pada tahun 1950-an dimana nilai rupiah terpotong separuhnya.

Wacana pemotongan nilai tukar rupiah tersebut sebenarnya sudah sudah banyak beredar, terutama sejak nilai tukar rupiah melorot 4-5 kali lipat terhadap dollar Amerika Serikat, dan hal ini sudah banyak dibantah oleh pemerintah sebelumnya.

Menurut Gubernur BI terpilih Darmin Nasution pada Sabtu (31/7), saat ini BI tengah menggodok wacana mengenai redenominasi nilai tukar rupiah. BI berencana agar nilai Rp 1 itu lebih berarti.

Dikatakannya, rencana redenominasi nilai tukar ini nantinya akan dibahas terlebih dahulu dengan pemerintah dan DPR. Dalam redenominasi, akan ada pemotongan angka nol pada nilai mata uang. Pemotongan nol biasanya tiga buah di belakang. Misalnya pecahan Rp 100.000 dipangkas 3 angka nolnya akan menjadi Rp 100.

Akan tetapi menurut Darmin, hal ini belum bisa diputuskan sekarang, berapa angka nol yang akan dikurangi, apakah tiga atau empat. Namun, hasil pembahasan akan diusahakan disampaikan ke pemerintah tahun ini.

Sebenarnya, proses untuk melakukan redenominasi nilai tukar membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima tahun.

Menurut Deputi Gubernur BI Budi Rochadi, setidaknya ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi jika ingin melakukan penyederhanaan satuan nilai tukar.Tiga persyaratan itu adalah kondisi ekonomi yang stabil, inflasi yang terjaga rendah, dan adanya jaminan stabilitas harga.

Selain itu, untuk melakukan redenominasi nilai tukar juga dibutuhkan penarikan uang yang beredar di masyarakat secara bertahap. Menurutnya, hal yang paling sulit dilakukan dengan cepat dan mudah adalah sosialisai kepada seluruh masyarakat Indonesia yang mencapai ratusan juta jiwa.

Suryo Saputro
Foto : detikfinance
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...