Ahmed Nazif : Cadar Hilangkan Kepribadian Wanita !

Perdana Menteri Ahmed Nazif mengomentari kontroversi cadar di Mesir,
mengatakan bahwa penutup wajah itu menghilangkan kepribadian wanita.

Cadar, yang disarankan oleh kaum Muslim ultrakonservatif, "menghapus
kepribadian seorang wanita," ujarnya.

Sang perdana menteri mengatakan bahwa cadar adalah soal kebebasan
personal namun tidak seharusnya melanggar hak orang lain,
memperingatkan bahwa beberapa pelajar menggunakannya untuk curang
dalam ujian.

Bagaimanapun, universitas harus menghormati keputusan pengadilan
administratif yang menolak larangan terhadap pemakaian cadar.

Bulan lalu, sebuah pengadilan memutuskan menentang larangan terhadap
pemakaian cadar di sekolah-sekolah khusus perempuan yang berafiliasi
dengan Universitas Al Azhar.

Pengadilan itu juga memutuskan menentang larangan kementerian
pendidikan terhadap cadar di asrama-asrama dan ruang-ruang ujian
universitas, mengatakan bahwa itu melanggar kebebasan konstitusional
kaum wanita.

Pemerintah dan Al Azhar telah menunjukkan tanda-tanda kekehawatiran
atas cadar, yang diasosiasikan dengan aliran ultrakonservatif Mesir.

Sebagian besar wanita Muslim Mesir mengenakan jilbab.

Namun pada bulan lalu, setelah tim nasional Mesir memetik kemenangan
dalam ajang pertandingan Piala Afrika di Angola, Mesir tiba-tiba
memberikan toleransi penggunaan cadar kepada para mahasiswa yang
sebelumnya dilarang masuk ke ruang ujian.

Sejumlah sumber dari Universitas Kafr el-Sheikh menyebutkan bahwa
instruksi tersebut berasal langsung dari rektor universitas tersebut.
Disebutkan bahwa seluruh mahasiswi bercadar diperkenankan untuk
memasuki kelas pada hari terakhir ujian, tanpa ada batasan atau
keberatan. Hal tersebut diakibatkan oleh euforia kemenangan Mesir.

Para mahasiswi bercadar mengatakan bahwa mereka diperbolehkan masuk
oleh komite ujian pada hari Senin pagi tanpa ada keberatan atau
pengusiran.

Hal tersebut membuat terkejut banyak pengamat dalam krisi pelarangan
cadar di universitas-universitas Mesir.

Meski demikian, sejumlah universitas di Mesir tetap bersikeras dalam
melarang penggunaan cadar dalam ujian, misalnya saja Unversitas
Alexandria di sebelah utara Mesir.

Sebelumnya, sebuah pengadilan di Mesir mengeluarkan putusan yang
mendukung pelarangan terhadap mahasiswi bercadar dalam ruang ujian
universitas.

Namun, para mahasiswi, yang sebelumnya mengajukan banding ketika
aturan tersebut pertama diberlakukan oleh pemerintah bulan Oktober
tahun lalu, mengatakan bahwa mereka akan kembali mengajukan banding
terhadap putusan tersebut.

Mereka mengatakan bahwa pelarangan niqab menyalahi hak-hak keagamaan mereka.

"Kami tidak pernah berharap melihat putusan semacam itu dari sistem
peradilaan Mesir. Hak-hak kami telah dilanggar. Kebebasan macam apa
yang akan kami dapatkan setelah ini? Dimana letak kebebasan di Mesir?"
kata seorang mahasiswi kepada Al Jazeera setelah pengadilan
mengeluarkan putusan.

http://www.nurseha(dot)com/artikel/kajian-fikih/546-ahmed-nazif--cadar-hilangkan-kepribadian-wanita.html

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...