Pawai Tatung Semarakkan Perayaan Capgomeh di Singkawang !

Aparat-Massa Nyaris Bentrok
Pawai Takruf-Perayaan Cap Go Meh Bersamaan

TATUNG PEREMPUAN: Perayaan Cap Ga Moh selalu disemarakkan dengan
kehadiran tatung perempuan. Dalam perayaan kemarin terdapat 14 tatung
unjuk kebolehan. Salah satunya Chia Su Khim alias A Khim (30).
Frizal/Jawa Pos

SINGKAWANG—Perayaan Cap Go Meh dan Pawai Takruf memperingati Maulid
Nabi Muhammad SAW secara bersamaan di Kota Singkawang, Minggu (28/2)
mendapat pengawalan ketat aparat. Setiap ruas jalan dilakukan blokade
sehingga kedua massa tidak bertemu.Sikap tegas ini membuat protes
peserta pawai takruf. Bahkan nyaris terjadi bentrok dengan aparat.
Massa meluapkan kemarahan dengan kata-kata. Aksi nyaris bentrok
tersebut bermula, massa yang sudah sampai di simpang Sekip Lama, Jalan
RA Kartini hendak masuk ke Jalan Pemuda melintasi Jembatan Agen. Massa
ingin menunaikan Shalat Djuhur di Masjid Raya yang di Jalan Merdeka.
Sampai dipersimpangan, ratusan aparat keamanan sudah menghadang. Massa
tidak diperkenankan masuk ke Jalan Merdeka. Massa harus masuk ke Jalan
Bambang Ismoyo atau Kampung Jawa.

Mendapat jawaban itu, massa tidak puas. Adu mulut pun terjadi.
Kapolres Singkawang, AKBP Tony EF Sinambela yang ikut rombongan pun
langsung turun dari mobil, termasuk sejumlah perwira. Hujan yang
menguyur, tak menyurutkan langkah massa untuk tetap masuk. "Rute kami
ingin masuk ke Masjid Raya," kata pengurus KNPI Singkawang. Massa yang
lain pun berteriak. Aparat dinilai tak adil dalam memberikan jalan
utama dalam pawai takruf. "Kok, kita tak diperkenankan masuk ke kota,"
kata massa protes. Kapolsek Singkawang Barat, AKP Isbullah memujuk
panitia agar bisa mengikuti arahan. "Tolonglah, lihat saya," kata
Isbullah sembari merangkul panitia pelaksana. Tak lama, massa pun
mengikuti arahan kepolisian dan langsung menuju Jalan Bambang Ismoyo
dan menuju Jalan Alianyang, Jalan Ahmad Yani dan ingin masuk ke Jalan
Diponegoro. Namun sampai dipersimpangan lampu merah Jalan Dipenegoro,
massa dihadang aparat keamanan lagi yang memblokir jalan. Massa tetap
ngotot masuk Jalan Dipenegoro untuk menuju ke Masjid Raya, Jalan
Merdeka. Massa kembali terlihat adu mulut dengan aparat keamanan.

Kasat Reskrim Polres Singkawang, AKP Hujra Soemena terlihat
menenangkan massa. Kapolres Singkawang lantas menemui massa yang sudah
tegang. Kapolres tetap memerintahkan agar massa melintasi Jalan
Firdaus dan tidak memperkenankan masuk ke Jalan Dipenegoro.
"Berpuluh-puluh kelenteng dikasi izin, kami mau sembahyang di satu
masjid pun tak boleh," kata Ketua FPI Kota Singkawang Ilyas didepan
massa. "Kami tak ada membawa senjata tajam pun tak boleh masuk," kata
massa kecewa.

Disaat tegang, massa minta kepolisian yang beragama Islam untuk
melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Agung. Setelah ditenangkan
kepolisian, akhirnya massa berbalik arah dan menuju ke Masjid Agung
Singkawang untuk menunaikan Shalat Djuhur. Kapolres Singkawang
menjelaskan selama perayaan Cap Go Meh situasi kamtibmas Kota
Singkawang kondusif. "Tidak ada terjadi hal-hal yang menonjol. Itu
berkat kerjasama yang baik antarsemua pihak," kata Sinambela. "Dua
kegiatan yang berlangsung pada hari yang sama yakni pawai takruf dan
Cap Go Meh berlangsung sukses," kata Sinambela.

Ratusan Tatung
Sementara itu, ratusan tatung (dukun) mengepung Kota Singkawang,
kemarin (28/2). Aksi itu mengundang decak kagum ribuan pasang mata
yang membanjiri kota tersebut, Berbagai aksi yang disuguhkan membuat
puncak Festival Cap Go Meh Singkawang 2010 semakin meriah. Bahkan,
aksi ratusan tatung yang tumpah ruah ke kota seribu kelenteng itu
adalah momen langka yang ditunggu-tunggu para wisatawan. Pawai tatung
dilepas oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra)
Agung Laksono di Stadion Kridasana, Kota Singkawang. Segenap pejabat
pemerintahan Kalbar maupun Kota Singkawang juga hadir. (Selengkapnya
Baca Halaman Pro Kalbar).

Dalam perayaan Cap Go Meh kemarin, tak kalah menariknya kehadiran
tatung perempuan. "Tahun lalu, ada 12 tatung perempuan. Tahun ini
bertambah dua, menjadi 14 tatung," kata Bong Cin Nen, Sekretaris
Panitia Imlek dan Cap Go Meh 2010 Singkawang, kemarin (28/2). Tatung
perempuan itu, memperlihatkan aksinya pada ribuan pasang mata, yang
mendatangi Kota Singkawang. Tatung diarak, mengelilingi rute yang
sudah ditentukan. Tatung itu melewati Jalan Pelita-Jalan Gusti Sulung
Lelanang-Jalan Diponegoro-Jalan Niaga-Jalan Budi Utomo-Jalan Hasan
Saad-Jalan Setia Budi-masuk lagi ke Jalan Niaga-Jalan Sejahtera
kemudian menuju Altar.

Salah satu tatung perempuan itu adalah Chia Su Khim alias A Khim (30).
Ia dari Klenteng Ctia Tho Hap Senkiun, Jalan Belitung, Kelurahan
Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat. Chia Su Khim alias A Khim
merupakan anak perempuan dari Chi Sun Kong (70) yang juga Ketua
Yayasan Kekal Abadi. Chi Sun Kong juga unjuk kebolehan, pada Cap Go
Meh kemarin. Setelah perayaan Cap Go Meh, Senin (1/3) pukul 09.00 WIB,
kue keranjang raksasa dan telah memperoleh Rekor MURI dibagikan gratis
kepada masyarakat. Pemotongan kali pertama dilakukan Wali Kota
Singkawang, Hasan Karman dan diberikan kepada masyarakat. "Ya, kita
potong setelah dicatat oleh Rekor MURI," kata Humas Panitia Pelaksana
Festival Cap Go Meh 2010 Kota Singkawang, Nusantio Setiadi, kepada
Pontianak Post, kemarin (28/2). Menurut Nusantio, kue keranjang dengan
tinggi 99 centimeter dan diameter 2,88 meter akan dibagikan di Stadion
Kridasana sebagai tempat disimpan dan diperlihatkan kepada masyarakat
luas. "Bagi yang berminat memperoleh atau mencicipinya bisa datang.
Dibagikan secara gratis kue yang memiliki berat 8,7 ton," kata
Nusantio.(zrf/ody/hen)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...