GDP Singapura Q1 Meningkat Signifikan, Terbesar Sejak 1975 !


(Vibiznews - Business) - Pada hari ini (14/4) pemerintah Singapura melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi negaranya pada kuartal pertama tahun ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Melelui Kementrian Perdagangan dan Industri Singapura, tingkat pertumbuhan ekonomi kuartal pertama dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 13,1%. Kenaikan tersebut bukan hanya memberikan sebuha kejutan bagi banyak pihak termasuk pasar, tapi juga telah menimbulkan sebuah perspektif positif bahwa perekonomian Singapura telah jauh mengalami pemulihan sejak terhantam krisis ekonomi global di awal tahun lalu.

Kenaikan pertumbuhan ekonomi sebesar 13,1% (y/y) pada kuartal pertama berhasil mengalahkan prediksi yang sebelumnya memperkirakan bahwa GDP Singapura untuk kuartal pertama hanya akan naik ke posisi 7-9% saja. Hal tersebut didasari oleh imbas pergerakan ekonomi kawasan yang masih berjalan dengan lamban dan masih mengalami ketergantungan dengan kondisi ekonomi global yang pada kuartal pertama lalu dihadapkan oleh adanya tekanan seperti krisis ekonomi di Yunani dan spekulasi perlambatan perekonomiann China. Padahal pada kuartal keempat tahun lalu pertumbuhan ekonomi Singapura sempat mengalami penurunan sebesar 2,8%.

Selain itu, Otoritas Moneter Singapura juga menyatakan bahwa naiknya pertumbuhan ekonomi kuartal lalu merupakan peningkatan pertumbuhan ekonomi terbesar sejak kuartal pertama tahun 1975. Lembaga tersebut juga menilai kenaikan pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan dipicu oleh peranan pemerintah dalam meningkatkan performa ekonomi yang terfokus kepada sektor ekspor dan juga perbaikan di sektor konsumsi masyarakat.

Selain itu, kebijakan uang ketat turut memberikan sebuah sumbangan yang baik bagi perekonomian dalam negeri. Dalam hal ini, Otoritas Moneter Singapura memegang peranan penting dalam menjaga pergerakan dollar Singapura terhadap mata uang mayoritas. Sebagai hasilnya, kebijakan ini berhasil meningkatkan performa mata uang lokal terhadap dollar di kuartal pertama tahun ini. Dollar Singapura di kuartal pertama lalu tercatat telag mengalami peningkatan sebesar 2% terhadap dollar AS. Kenaikan tersebut juga diikuti oleh peningkatan pada mata uang kawasan Asia seperti terhadap ringgit Malaysia yang mengalami kenaikan 7%, rupee India naik 4,6% dan terhadap rupiah Indonesia mengalami kenaikan sebesar 4,2%.

Disisi lain, munculnya laporan mengenai pertumbuhan ekonomi Singapura langusng berimbas kepada pergerakan bursa Straits Time yang hari ini mengalami kenaikan sebesar 1,1% menjadi 3.004.45 basis poin atau merupakan peningkatan indeks Straits Time tertinggi dalam 22 bulan terakhir. Pasar rupanya menyambut optimis terhadap peluang pertumbuhan ekonomi Singapura kedepannya meski disaat yang bersamaan peluang kenaikan inflasi cukup menghadap. Inflasi Singapura untuk tahun ini diprediksi akan berkisar antara 2,5-3,5%.

(Joko Praytno/JP/vbn)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...