Sepakbola Indonesia Tak Akan Maju Sampai 100 Tahun !


Kendati mengakui PSM Makassar layak memetik kemenangan tipis 1-0 atas Bontang FC pada lanjutan Superliga Indonesia 2009/10 di Stadion Andi Mattalatta semalam, pelatih Fachry Husaini menyanyangkan kepemimpinan wasit Iis Isa yang dianggap menguntungkan tuan rumah.

Menurut Fachry, wasit terlalu mudah memberikan hadiah tendangan bebas bagi PSM, serta terlalu sering meniupkan pluit tanda telah terjadi pelanggaran. Menurutnya, para pemain Bontang FC melakukan tackling yang wajar di pertandingan tersebut.

Mantan gelandang timnas senior ini juga mempertanyakan hadiah penalti yang diberikan wasit. Beruntung Park Jung-hwan gagal mengeksekusi tendangan tersebut, karena membentur tiang gawang.

"Saya akui PSM layak memenangi pertandingan itu. Tapi saya menyayangkan kepemimpinan wasit. Sampai 100 tahun pun sepakbola Indonesia tidak akan maju kalau sistem perwasitan masih kacau seperti ini," cetus Fachry.

Manajemen tim Laskar Khatulistiwa ini pun menuntut Nurdin Halid mundur dari jabatannya sebagai ketua umum PSSI.

Manajer umum Bontang FC Andi Faizal mengatakan, kekacauan yang terjadi di kompetisi sepakbola nasional seperti Superliga Indonesia disebabkan ketidakmampuan Nurdin menyiapkan perangkat pertandingan, diantaranya wasit berkualitas.

"Kami dari Bontang FC adalah tim kedua peserta Superliga setelah Persebaya yang menuntut Nurdin Halid agar mundur dari PSSI. Tolong ditulis besar-besar, selama Nurdin Halid memimpin PSSI, wasit kita akan tetap bobrok. Dia biang semua ini dan sepak bola Indonesia tak akan maju," tegas Andi.

"Jika kondisinya seperti ini terus, jangan mimpi sepakbola Indonesia akan lebih maju dan baik di masa mendatang. Dengan adanya keberpihakan wasit kepada tuan rumah, maka tim tamu akan lebih down, dan sangat mempengaruhi kemajuan persepakbolaan nasional."

Andi juga menuding wasit yang ditugaskan memimpin pertandingan di Superluga sudah diarahkan oleh PSSI untuk memenangkan tim-tim tertentu.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...