Pegawai Pajak Nangis Diteriaki Maling !

BERITAJITUcom - Tingkah laku Gayus Tambunan tidak hanya membuat
masyarakat marah, namun juga membuat keresahan besar dikalangan
pegawai pajak. Pegawai pajak yang merasa ikut tercoreng meski tidak
melakukan tindakan seperti Gayus merasa sakit hati dan marah. Seperti
diberitakan di VivaNews, Kepala Kantor Wilayah Pajak Jawa Barat I,
Pandu Bestari menerima banyak keluhan dari bawahannya dan mantan
bawahannya. Mereka mengadu kepada Pandu yang dekat dengan pegawai
pajak ini baik mendatangi langsung, melalui telepon atau pesan pendek.

"Tadi pagi, seorang kepala seksi datang ke saya, dia menangis
tersedu-sedu sampai matanya bengkak," kata Pandu kepada VIVAnews
melalui sambungan telepon di Jakarta, Kamis, 1 April 2010.

Menurut Pandu, karyawan wanita yang seangkatan Gayus ini curhat
kepadanya mengenai nasib yang diterima rekan-rekannya sesama karyawan
pajak di berbagai tempat. Dia menceritakan peristiwa yang menimpa
karyawan pajak yang memakai seragam Ditjen Pajak karena hari terakhir
penyerahan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak pada Rabu kemarin,
31 Maret 2010.

"Saat dia turun dari kereta KRL Jabodetabek, diteriaki maling oleh
penumpang kereta," kata Pandu. Tentu saja karyawan itu menangis karena
dia merasa tidak berbuat buruk seperti Gayus.

Cerita lainnya adalah karyawan pajak yang ditelepon orang tuanya dari
kampung. Di telepon, karyawan itu dimarah-marahi ayahnya karena dia
golongan III A sama seperti Gayus Tambunan. "Ayahnya curiga,
jangan-jangan dia berbuat seperti Gayus," kata Pandu.

Haryono, seorang kepala seksi golongan III C di Kantor Pelayanan Pajak
di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta mengaku sangat kecewa dengan ulah
Gayus. Gara-gara Gayus, kata dia, semua aparat pajak dinilai buruk.
"Padahal, kami berjuang keras untuk memperbaiki citra pajak," kata
Haryono kepada VIVAnews. Setiap ke kantor, dia selalu naik sepeda
motor.

Pandu, sebagai atasan yang dekat dengan karyawan pajak mengaku sudah
belasan orang mengadu pada dirinya. Kebanyakan dari mereka kecewa dan
sakit hati terhadap Gayus. Kemarin, sebagai atasan yang membawahi
1.400 orang karyawan pajak, dia mengaku berkeliling ke kantor wilayah
pajak di Jawa Barat. Dari hasil keliling itu, yang ada hanya curhat
keresahan karyawan pajak.

"Gara-gara Gayus, mereka seperti anak ayam kehilangan induknya," kata
Pandu. Padahal, kata dia, mereka adalah ujung tombak Ditjen Pajak
untuk menghimpun penerimaan negara. Total jumlah karyawan Ditjen Pajak
seluruh Indonesia sebanyak 32 ribu orang.

Karenanya, dia mencoba menampung keresahan mereka, sekaligus
memberikan semangat. "Coba, apa yang terjadi jika mereka boikot kerja,
padahal 70 persen penerimaan negara berasal dari pajak."

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...